29/06/12

WWJD

tulisan ini berawal ketika pagi tadi saya terbangun, dan srringg..'what would Jesus do' satu kalimat yang terpikirkan saat itu, teringat tentang sharing semalam sama cicik2 yang unyu2 :)) semalam saya nanya, 'cik, gmn cara mbedain nek kita nglakuin sesuatu buat Tuhan (dalam perwujudan kita cinta sama Tuhan) sama kalo itu nurutin keinginan kita, trus gmn kita tau nek itu sing disukain Tuhan?' 

kemudian, dia menjawab dengan pertanyaan 'na, itu dalam kehidupan sehari-hari atau dalam pengambilan keputusan?' 'dua2ne cik, hehe'
dan yang aku dapat dari sharing kemarin, intinya:

ketika kita melakukan sesuatu dan itu tidak merugikan orang lain, ya gpp, misal kita nglakuin sesuatu yang benar, itu sudah bagus. dan jangan lupa, ada WWJD - What Would Jesus Do adalah salah satu pedoman praktisnya. Ketika kita dihadapkan akan sesuatu hal, tempatkan Yesus dalam diri kita, jika Yesus yang ada di posisi kita, apa yang akan dilakukannya? itu bisa menjadi pedoman dalam hidup kita, lo. Kemarin dalam sharing ada cerita ketika seseorang yang tiba2 menemukan hand-phone di jalan, nah orang itu senang dan berpikir untuk memiliki dan kemudian menggunakannya. but..tunggu dulu, apa itu yang akan Tuhan lakukan jika Dia yang mengalaminya? 

simple tapi berguna, WWJD bisa jadi pedoman kita...

saat WWJD diterapkan, itu adalah salah satu wujud tindakan konkret bahwa kita mencintai Tuhan. 
Seperti ketika kita jatuh cinta pada seseorang, kita akan selalu memikirkan, merindukan, mengusahakan yang terbaik, memberikan yang terindah, dan mewujudkan komitmen-komitmen yang membahagiakan dan memuliakan yang dikasihinya. Orang yang benar-benar jatuh cinta, pikiran, perasaan, dan kehendaknya selalu akan terfokus pada yang dicintainya.
seperti itulah seharusnya, kita sama Tuhan. jatuh cinta. paragraph tersebutlah yang melandasi pertanyaan saya ketika sharing.

selain, WWJD ada beberapa pertanyaan lagi yang menurut saya sangat membantu kita ketika akan mengambil keputusan ataupun melakukan hal sehari-hari. tanyakan pada dirimu:
Apakah hal ini sesuai dengan kehendak Kristus?
Apakah hal ini membuatku serupa dengan Kristus?
Apakah hal ini mengasihi dan memuliakan Kristus?
John Ortberg dalam bukunya The Life You've Always Wanted menulis : 
"Bertumbuh secara rohani berarti hidup kita makin lama akan makin menyerupai Kristus. Kita akan memandang seperti Kristus memandang, berpikir seperti Dia berpikir, merasa seperti Dia merasa, dan berbuat seperti Dia berbuat" 
nah itu, WWJD dan tanyakan ke3 pertanyaan tadi baik dalam melakukan hal2 kecil maupun besar, dan ketika kita mengambil keputusan dan Semangat mencintai Tuhan :D)

2 komentar:

  1. aku punya bukunya John Ortberg yang itu, buagus buangetttt...ngetttt..ngetttt.....

    BalasHapus