04/06/12

relationship

sekitar seminggu yang lalu, sharing2 dengan salah satu teman. banyak hal yang dibahas, salah satunya tentang relationship (dalam hal pacaran). jujur, sekarang ini banyak anak muda yang memandang sebuah hubungan itu adalah hal yang 'main-main'. esensi dari hubungan itu seakan-akan terkikis seiring dengan 'pemakluman-pemakluman' yang datang karena adanya perubahan jaman.

bukannya mau sok 'kudus' ataupun sok 'punya standard tinggi', tapi menurut saya yang namanya relationship (dalam arti pacaran) bukanlah hal yang 'main2' dan sepele. sekarang ini banyak sekali anak muda yang menganggap bahwa pacaran adalah suatu fase dalam hidup yang 'sayang-jika-dianggurkan'. (maaf mungkin terdengar agak keras), tapi itulah kenyataannya.

sebuah hubungan, relationship lebih dari itu. bukan sekedar 'aku suka kamu', lalu 'kamu suka aku', 'kita jadian'. relationship  itu dalam dan sangat intim maknanya. menjaga kekudusan adalah salah satu komponen dalam sebuah hubungan, baik pria maupun wanita., karena pada akhirnya ketika kekudusan tidak lagi kudus (dinodai) wanita yang akan dirugikan. dari beberapa fakta yang saya dengar dari teman saya, saya bersyukur untuk hidup saya. saya bersyukur untuk masa lajang yang Tuhan anugerahkan untuk saya hingga di usia saya yang 21 tahun ini. Banyak hal baru yang dibukakanNya akhir2 ini. 

tidak munafik, dulu ketika smp dan sma, terkadang heran dengan teman2 saya, kenapa mereka bisa begitu mudah gonta-ganti pacar ya? dan kadang merasa iri, 'kenapa si A begitu mudah punya cowok? habis putus sama si B, langsung dapet si C, putus sama C, trus sama D?' . 'aku kapan yaa??' hahaha :p . entah kenapa, dulu saya ndak sadar ya..seharusnya saya bersyukur untuk hal tersebut.

bagi saya, sebuah hubungan (yang benar) yang paling penting adalah KOMITMEN (dari kedua belah pihak). ketika kamu tidak siap membuat komitmen, ya jangan pacaran (untuk ke jenjang selanjutnya), daripada nanti ada pihak yang sakit karena udah terlanjur sayang, padahal (mungkin-jelas2) ada faktor2 tertentu yang membuat kalian tidak bisa bersama. Komitmen itu penting. sangat penting menurut saya. Sebuah hubungan bukan hanya tentang, suka, cinta, emosi-perasaan2, sentuhan fisik (dengan batasan2 tertentu), apalagi rasa kasihan (jangan menjalin hubungan karena rasa kasihan). *rada keluar dari konteks (mumpung saya ingat) Pendeta saya pernah bilang, jika seseorang itu nggak setia dengan pasangannya, bisa jadi dia tidak setia kepada Allah. nah lo..nah loo..*

jika saya disuruh mendefinisikan apa itu cinta. saya akan menjawab bahwa cinta adalah komitmen. (komitmen dalam segala hal. untuk selalu stick up dengan pasangan baik dalam suka maupun duka, saling percaya, setia, menerima apa adanya, dan tidak merasa malu, bersedia memaafkan, mendukung mimpi pasangan, menjadikan keduanya lebih baik, menjadikan hubungan tersebut untuk memuliakan Allah, penuh kasih, memberikan yang terbaik untuk pasangan, membuatnya gembira, dan masih banyak lagi hal2 indah yang bisa dilakukan untuk membuat pasangan kita bahagia) dan komitmen ini harus datang dari kedua belah pihak, bukan sepihak karena jika sepihak hal itu tidak adil.  

di majalahpearl (lupa episode berapa) pernah ada seorang pria yang menulis sebuah artikel, dan menurut saya sangat bagus karena datang dari sudut pandang pria, dan kagumnya (puji Tuhan) somewhere out there, Godly man itu ada.  dan Godly man itu juga mencari Godly woman!!! salah satu inti kalimat di lady in waiting yang menjadi kalimat favorit saya adalah a prince will only marry a princess. Jika kamu menginkan seorang pangeran (Godly man) jadilah seorang putri (Godly woman). yes, it's true Godly man still exists. :D

dalam artikelnya itu, pria tersebut menulis:
sebagai pria, aku merasa perlu meluruskan satu hal. Kami pria tidak mencari wanita hanya berdasarkan kriteria fisik saja, dan tidak memperhatikan yang lain seperti yang tampaknya dipercayai banyak wanita. Kami pria, memang diciptakan sebagai makhluk visual. Kami memang di desain seperti itu. It is God's design. Cuman memang, ada banyak pria yang menyalahgunakan desain ini untuk kepentingan dan kepuasan daging mereka semata. Tetapi intinya, ada maksud dan tujuan Tuhan mengapa kami di desain seperti ini. Seperti ada pepatah yang bilang, "A woman is driven by her emotion, a man in driven by his eyes".
see, kalimat yang dicetak miring dan large di atas (itu lo..* sambil nunjuk) . kasusnya seperti ini, wanita itu sangat menggunakan perasaannya, hingga banyak persoalan ditemukan, wanita kadang salah mengartikan kebaikan pria. pria baik padanya, dikira suka padanya, karena dia baik pada kita (wanita) makanya kita merasa diperhatikan (ada juga yang merasa disayangi), setelah itu, kita (wanita) membalas perbuatan2 baik tersebut, lama kelamaan capek karena tidak ada respon dari si pria. pada akhirnya, wanita itu kecewa dan sakit hati (akhirnya kena emotional dependency), padahal sang pria menganggap kebaikan yang dilakukannya itu biasa2 saja. kembali lagi, A woman is driven by her emotion. jadi untuk pria, tolong berhati-hatilah dengan hati kami, sangat berhati-hatilah. untuk para wanita, satu hal pria sudah terbiasa mendapat kebaikan (pertolongan) dari ibunya (dari dia masih kanak2).

.... dalam artikelnya dia meneruskan,
 yang banyak aku jumpai, secara pribadi adalah banyak para wanita yang tidak menganggap dirinya berharga. Banyak para wanita yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya mereka adalah ciptaan Tuhan yang sangat berharga. Bahkan lebih parahnya lagi, banyak wanita yang meletakkan penghargaan diri mereka di orang lain.
 Banyak wanita yang meletakkan keberhagaan diri mereka kepada seorang pria. Artinya, dia akan merasa berharga kalau dia bisa punya cowo. Dia merasa berharga kalau ada pria yang mau menjadi pacarnya, atau saat ada banyak pria-pria yang mendekatinya dan berebut ingin menjadi pacarnya. Di sisi lain, dia akan merasa hampa dan tidak berharga ketika dia tidak punya pacar dan menjomblo
.... lalu
Aku mau menutup dengan suatu quote yang berkata, "A woman's heart should be so hidden in Christ that a man should have to seek Him first to find her"  (*dari Max Lucado ni*) . Hati seorang wanita seharusnya begitu tersembunyi di dalam Tuhan, bukan karena malu, bukan karena jelek, bukan karena buruk, namun karena begitu berharganya, sehingga ketika ada seorang pria yang menginginkan hati tersebut, dia harus berhadapan terlebih dahulu dengan Sang Pencipta hati tersebut untuk memperoleh izin dan menunjukkan keseriusannya.
hmmm, paragraph terakhir itu superrrbbb!! d^^b
nah, Godly man atau Wordly man itu pilihan kalian..bagi yang memilih Godly man konsekuensinya harus jadi Godly woman dulu. kan, -a prince will only marry a princess-


hehe, sekian cuap2 dari saya,.maaf ya, kalo bahasan-nya melompat-lompat. Tuhan memberkati. semangat jadi Godly woman!!! *baca deh lady in waiting (dan terapin), bisa membantu kita jadi Godly woman!

You're PRECIOUS


5 komentar:

  1. keren broo.. ^^d
    karena sebuah hubungan itu bukan main-main..

    BalasHapus
  2. hehe.. thx brother and sister d^^b

    BalasHapus
  3. cyn...gila baca tulisanmu pas midnight berasaaaa...
    wowww...temen saya ternyata sedewasa ini :)

    BalasHapus