25/03/12

Pikiran yang dikuduskan

bulan ini di tempat saya bergereja temanya 'HOLINESS" , kekudusan.. Banyak hal yang didapat sebulan ini, dalam tema tersebut. Salah satunya yang difirmankan pendeta saya hari ini di ibadah siang, "Pikiran yang dikuduskan". 

Dari arti kata holy (kudus) sendiri adalah bersih, tidak bernoda, tidak bercela, tidak melakukan semua larangan Tuhan dan semua definisi lainnya yang menunjuk pada sesuatu yang virgin.
Kekudusan adalah sesuatu yang mutlak, sebuah harga mati buat kita, calon mempelai sorga.

1 Tesalonika 3:13
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Satu aspek kekudusan yang pingin saya share adalah kekudusan dalam pikiran. Pikiran kita sering kali kemana-mana, sebagai manusia banyak hal yang berlabuh dipikiran kita karena sejatinya memang demikian, kita melakukan apa yang kita pikirkan. Namun, sudah tepatkah yang kita pikirkan lalu lakukan, sudah kuduskah itu? Sesuai dengan standart Allah atau tidak? 
Bulan ini, begitu banyak hal yang saya dapatkan mengenai 'kekudusan'. Kekudusan tidak terbatas pada fisik (termasuk standart kekudusan dalam berpacaran), entah orang tersebut masih virgin (dalam arti sesungguhnya) atau tidak. Lebih dari itu, kekudusan mencakup setiap aspek dalam hidup kita. what we think, what we say, what we do.
Waktu sharing di ibadah pemuda kemarin juga dibahas kekudusan ini, dan rata2 dari kita, well hampir semuanya punya masalah dengan kekudusan dalam hal emosi. Wujud emosi2 negatif seperti tidak sabaran, sebel, jengkel, iri, susah mengampuni dan mudah marah adalah beberapa hal yang bisa mencemari kekudusan. Marah misalnya, marah itu salah satu bentuk kesombongan, jika kita marah berarti kita sombong, bukankah seharusnya kita rendah hati? 

Tidak mudah memang, menjadi seseorang yang 'berusaha kudus' (yang kudus hanya Tuhan). Apalagi ketika kita memutuskan untuk berusaha kudus, ujian akan semakin gencar diberikan Tuhan buat kita. Tapi ya itulah proses, tinggal kita bisa bertahan atau tidak, kalau bisa ya kita akan keluar sebagai pemenang. Tuhan mengijinkan ujian terjadi, untuk menguji apakah kita mau sungguh2 berusaha mengejar kekudusan itu.

Balik lagi dalam bahasan kudus dalam pikiran. Sebenarnya apa yang kita lakukan berasal dari apa yang kita pikirkan. Sebagai anak2 Allah kita perlu menambahkan satu entitas, yaitu hati. Apa yang kita pikirkan kita bawa turun dulu ke hati (ke dalam roh), keputusan untuk bertindak akan kita bawa lagi ke pikiran lalu diteruskan ke saraf motorik untuk direalisasikan.

Kekudusan dalam pikiran sangat penting, karena memang kekudusan itu adalah mutlak. Pikiran kita sering kali kemana2 entah negatif atau positif, apa yang kita pikirkan seharusnya dalam kerangka kekudusan.  
1 Petrus 1:16 
sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Seperti ikat pinggang yang dikenakan, begitulah pikiran kita seharusnya juga mengenakan 'ikat pinggang' sehingga tetap menjaga kita dalam kekudusan.
filosofi ikat pinggang untuk pikiran kita adalah bahwa:
1. Ikat pinggang digunakan untuk menjaga perut (supaya terlihat langsing)
demikian juga pikiran kita, seharusnya ber'ikat pinggang. hati2 dalam apa yang kamu pikirkan. misalnya, berpikir untuk berbuat curang, mengini milik sesama, kata2 intimidasi pada diri sendiri, hanya pikiran saja, pikiran..saya ulangi, hanya dalam pikiran saja, kita sudah jatuh dalam dosa dan itu mencemari kekudusan. memang ringkih sekali, makanya gunakan sabuk untuk pikiranmu.
2. Ikat pinggang memberi batas antara tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah
kita tau batas kita, rules kita adalah firman Tuhan itu sendiri. Dalam Yesaya 11:5: Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
See? Ikat pinggang bagaikan kebenaran dan kesetiaan. Sudah semestinya pikiran kita tu full heart, setia untuk melakukan kebenaran. Kasih batasan dalam pikiran, dasarkan pikiran kita pada pilihan Tuhan. 
Seperti dalam (Filipi 4:8) "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu". Ya, itulah yang seharusnya kita pikiran, selain dari hal itu dibuang sajalah..yang kira2 membuat kita tidak damai sejahtera dibuang saja..hehe
Philippians 4:8
Finally, brethren, whatsoever things are true, whatsoever things are honest, whatsoever things are just, whatsoever things are pure, whatsoever things are lovely, whatsoever things are of good report; if there be any virtue, and if there be any praise, think on these things. -kjv-

3.  Ikat pinggang menyatakan kemegahan dan kekuatan
layaknya dua orang petinju yang memperebutkan sabuk, tunggu2 kenapa sabuk itu diperebutkan? benar sekali.. karena sabuk (ikat pinggang) itu punya value, untuk mendapatkannya saja harus pukul dan kena sana-sini, effortnya gede euy! Nah, sobat begitu juga dengan ikat pinggang pikiran kita. Dengan meng-ikat pinggang-i pikiran kita, kita menjadi tegak. Tegak dalam hal apapun. Waktu itu pendeta saya bilang, kenapa study, keluarga, sosial, semua aspek kehidupan kita nggak 'tegak' (so so aja)? ya, karena pikiran kita, pikiran2 negatif, kata2 intimidasi, dan semua pikiran yang sebetulnya tidak berguna tapi kita pikirkan itu membatasi diri kita (*sangat tertohok x_x). Pikiran kita perlu dilatih supaya kuat supaya bisa memerangi pikiran2 yang negatif.

Yeremia 13:11 
Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."

Mazmur 93:1
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

4. Ikat pinggang digunakan untuk menggantungkan senjata
Ketika kita mengenakan ikat pinggang ke pikiran kita, berarti ada senjata. Contohnya seperti ini, kita kan sering ya nge-net, buka fb, browsing2, atau apalah di dunia maya, kadang2 muncul iklan yang memiliki konten pornografi, secara kontekstual begini, ketika kita melihat konten tersebut sebenarnya mata kita udah 'kebobolan'. dari panca indera akan diteruskan ke otak, tempat kita berpikir. Nah, disitulah senjata kita,  mau/ tidak kita menggunakannya, kita bisa kunci pikiran kita dari konten tersebut dan menolaknya masuk ke pikiran kita. hati2..sekarang2 ini mudah sekali untuk mengakses hal2 yang begituan..ya, meskipun itu bukan satu2nya hal yang mencemari kekudusan kita, tapi perlu waspada karena banyak juga yang jatuh di sini. Layaknya penjaga gawang yang tidak akan membiarkan gawangnya kebobolan, dengan susah payah menampik bola dari berbagai arah, begitulah seharusnya pikiran kita, berikat-pinggangkan kekudusan.
II Samuel 20:8 
...Adapun Yoab mengenakan pakaian perang dan di luarnya ada ikat pinggang dengan pedang bersarung terpaut pada pinggangnya. Ketika ia tampil ke muka terjatuhlah pedang itu.

Kekudusan layak kita perjuangkan, Allah menyukai hal itu, Dia Kudus. Kekudusan banyak sekali aspeknya, termasuk dalam hal mengampuni. Mengampuni bukan masalah sepele, ada orang yang bisa mudah atau sulit mengampuni, itu bagian dari pilihan kita untuk kudus atau tidak. Satu hal, ketika kita bisa melepaskan pengampunan, Dia pun akan melepaskan pengampunan buat kita, karena mengampuni itu memulihkan.
Kita memang tidak bisa mencegah hal2 buruk terjadi pada kita, tapi kita bisa mengendalikan respon (pikiran) kita terhadapnya untuk tetap dalam tracknya Allah yaitu kekudusan.
Semangat dalam mengejar kekudusan. Kapan lagi kalau tidak sekarang? 
Tuhan Yesus memberkati dan menjagaimu :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar