23/01/12

wanita

wanita tidak diambil dari tulang kepala pria untuk menjadi lebih tinggi, tidak diambil dari tulang kaki pria untuk menjadi lebih rendah, melainkan diambil dari tulang rusuk pria untuk menjadi penolong yang sepadan. (kej 2:18). Perbedaannya dengan cara pandang dunia adalah bahwa wanita lebih rendah daripada pria dan merupakan warga kelas dua.

untuk itu, wanita harus memahami citra dirinya bahwa wanita diciptakan untuk memberikan gambaran kepada dunia akan keindahan kasih, keharuman belas kasih dan kuasa komitmen. Itulah sebabnya wanita perlu mengerti perbedaan antara PERAN (role) dan TUGAS (task). Peran itu adalah atribut yang melekat mencakup seperti peran di keluarga (sebagai ibu, anak perempuan, adik/kakak), masyarakat (warga), ataupun di bangku kuliah sebagai mahasiswa. Sedangkan tugas adalah sesuatu yang (harus) dikerjakan, misalnya sebagai ibu, menyiapkan sarapan untuk keluarga, sebagai warga mengikuti kegiatan kampung, sebagai mahasiswi adalah belajar. Nah, itulah peran dan tugas, sebagai wanita Allah kita harus bisa fokus pada peran untuk melaksanakan tugas yang telah Allah percayakan kepada kita.

Saya pernah menulis sebelumnya, Tuhan tidak tertarik dengan kecantikan, harta, ataupun kepandaianmu yang selangit, tapi lebih dari itu, Dia lebih tertarik dengan karaktermu yang bersedia-mau untuk dibentuk. Wanita itu sosok yang hebat, dia begitu kuat, lembut, tegas dan penuh kasih, perannya sebagai penolong pun tidak main2.
memiliki hati yang tunduk pada Allah dan karakter yang mau dibentuk adalah hal yang patut diperjuangkan dalam hidup ini. Menjadi serupa dengan Dia, memenuhi tugas kita di dunia ini sesuai dengan kehendakNya. Setiap kita, para wanita memiliki peran masing2 yang telah disediakan Allah. Allah punya tujuan menciptakan kita sebagai wanita. Kata 'penolong yang sepadan' memiliki makna yang dalam, yaitu sepadan dalam panggilan Tuhan. Sepadan dengan panggilan pria yang nantinya sudah Allah persiapkan buat kita. :)

Tidak ada salahnya, dan sudah sepantasnya kita sebagai wanita mulai mempersiapkan diri kita untuk menjadi penolong yang sepadan bagi calon suami kita kelak. Dengan tetap menjaga fokus kita kepada Tuhan, setia, rendah hati, sungguh2, taat, dan terus bergairah dalam hadiratNya dengan sendirinya akan membentuk karakter kita. Memang ada kalanya kegersangan melanda, tapi seharusnya hal itu menjadikan kita untuk lebih fight mencari Dia.

Sebagai wanita sangat perlu untuk menjaga hati, ya..Allah menghendaki demikian. Menjaga hati di sini luas konteksnya, mulai dari menjaga hati dari kesombongan, kebencian, iri hati, marah, cemburu. Miliki hati yang murni, salah satu panutan sudah mutlak -> Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. <- 

bersemangatlah ketika menunggu, hai wanita Allah! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar