16/08/11

Just Like Jesus

Just Like Jesus, kali ini Max fokus pada masalah hati, hati yang serupa dengan DIA. Baru satu bab saya membaca dan saya punya kebiasaan untuk menandai hal yang penting dan 'menegur' saya. Tapi ketika saya baca satu bab, kok penting dan bener semua, ya??? masak mau saya tandai semua?? haha.. ini bukan buku saya soalnya :p
buku ini benar2 bagus, saya bisa menjamin *no offense* dan saya kepingin share sekaligus supaya saya bisa membacanya sekalipun buku ini saya kembalikan :p , yang didalam kurung (...) adalah kalimat dari saya.


di BAB 1, Max memberi judul "Hati Seperti Hati-Nya"

baru membaca kalimat pertama, saya sudah merasa ditantang. haha..saya kagum dengan karya Allah dalam hidup Max.
"Bagaimana jika, untuk sehari saja, Yesus menjadi Anda?" (ha? maksudnya??)
"Bagaimana jika, selama 24 jam, Yesus bangun dari tempat tidur Anda, berjalan dengan memakai sepatu Anda, tinggal di rumah Anda, dan melakukan jadwal harian Anda? .... Situasi hidup Anda tidak berubah. Jadwal Anda tidak diganti. Masalah Anda tidak terselesaikan. Hanya ada satu perubahan yang terjadi. 
Bagaimana jika, selama satu hari satu malam, Yesus menjalani hidup Anda dengan hati-Nya? Hati Anda mendapat cuti sehari, dan hidup Anda dituntun oleh Kristus. Prioritas-Nya memerintah tindakan-tindakan Anda. Hasrat-Nya mengendalikan keputusan. Kasih-Nya mengarahkan perilaku Anda."  Apa yang terjadi dengan sekeliling Anda? termasuk orang2 yang dekat dengan Anda? (saya pernah mencoba hal ini..jujur, berat banget, karena sebagai manusia, saya sering kalah sama keegoisan saya sendiri, kecenderungan untuk ngeyel sangat sering terjadi, tapi ada kelegaan ketika melakukan hal itu, ada kenyamanan yang membungkus segala emosi dan keegoisan)
....
Rencana Allah bagi Anda tidak lebih adalah hati yang baru. Seandainya Anda sebuah mobil, Allah ingin mengendalikan mesin Anda. Seandainya Anda sebuah komputer, Allah akan mengklaim peranti ringan dan perangkat beratnya. Seandainya Anda pesawat, Allah akan duduk di kokpit. Namun, Anda adalah manusia, dan karena itulah Dia ingin mengubah hati Anda.

Di bab ini Max juga berkata, "Allah mengasihi Anda apa adanya, tetapi Dia tidak membiarkan Anda seadanya. Dia menghendaki Anda menjadi serupa dengan  Yesus".

Allah mengasihi Anda apa adanya. Apabila Anda menyangka kasih-Nya bagi Anda akan lebih besar seiring dengan besarnya iman Anda, Anda salah (nohh.. saya salah juga berarti..maaf, Be). Apabila Anda mengira bahwa kasih-Nya akan lebih dalam jika pikiran Anda pun semakin dalam, Anda salah lagi. Jangan campur adukan kasih Allah dengan kasih manusia. Kasih manusia acap kali meningkat seiring dengan penampilan dan menurun seiring dengan kesalahan. Tidak demikian dengan kasih Allah. Dia mengasihi Anda persis dalam kondisi Anda saat ini. (selama ini, saya mikir, Tuhan pasti lebih sayang sama mereka yang lebih rohani, ternyata saya berpikir secara duniawi dan saya salah! Dia mengasihi saya ^^, bagaimana pun adanya saya, Dia bahkan selalu menyambut dan memeluk saya, ketika orang2 disekeliling saya mencibir dan berpaling).

Allah sangat baik, sungguh. Hati-Nya benar2 mengagumkan. Apabila ada bagian tubuh kita yang kurang berfungsi / tidak berfungsi sebagai mana mestinya, kita pasti tidak akan tinggal diam, kita akan mencari pertolongan. Tidakkah kita harus melakukan hal yang sama dengan hati kita? Tidakkah kita mencari pertolongan untuk sikap kita yang hambar? Tidakkah kita dapat meminta perawatan untuk keegoisan kita yang suka mencaci maki? Tentu saja kita bisa. Yesus dapat mengubah hati kita. Dia ingin agar kita memiliki hati seperti hati-Nya.

HATI KRISTUS
Hati Yesus itu murni. Juru Selamat kita dipuja oleh ribuan orang, tetapi Dia senang menjalani hidup yang sederhana....
Hati Yesus penuh kedamaian. Para murid gelisah tentang kebutuhan makanan bagi ribuan orang, tetapi tidak demikian dengan Yesus...
Hati-Nya penuh maksud. Kebanyakan manusia hidup tanpa tujuan yang pasti dan tidak ada yang ingin diraih. Yesus hanya memiliki satu tujuan - yaitu meyelamatkan manusia dari dosanya...
Sungguh bertolak belakang dengan kita. Betapa menyendangkannya pikiran-pikiran-Nya! ... Dia dapat menemukan keindahan di dalam bunga bakung, sukacita dalam menyembah Allah, serta kemungkinan di balik masalah...

HATI YANG MANUSIAWI
Hati kita begitu jauh dari hati-Nya. Dia suci, sedangkan kita serakah. Dia penuh kedamaian, sedangkan kita suka bertengkar. Dia memiliki tujuan, sedangkan perhatian kita terpecah. Dia menyenangkan, sedangkan kita menyebalkan...
Allah bersedia untuk mengubah kita ke dalam keserupaan dengan Juru Selamat. Mari kita "mengarahkan mata pada Yesus" (Ibrani12:2 NIV). Barangkali dengan menyelami diri-Nya, kita akan melihat bagaimana jadinya kita kelak.

saya berpikir, bagaimana ya, kalau kita me-replace diri kita, dan kita mengijinkan Yesus menjadi saya, bukan untuk hari ini saja, tetapi besok juga, lusa pun demikian, dan hari2 berikutnya juga demikian??? Yesus yang mengedalikan semua aspek hidup saya termasuk cara bersikap, tanpa terkecuali... pasti luar biasa..saya tau itu sulit, tapi tidak ada salahnya mencoba, 'kan? :D

OKE..besok disambung yang bab 2 ^^ Tuhan Yesus memberkati.

2 komentar:

  1. terimakasii tuk sharing dan referensi bukunya.. :)

    http://www.psholic.com/2011/01/james-ponds.html

    BalasHapus
  2. aku pengen bikin resensi kayak gini..tapi kok ga isa-isa yaa..hha

    BalasHapus