21/07/11

Tunduk pada Tujuan Allah

kemarin saya membaca beberapa halaman (lagi) buku karya Cynthia Heald, waktu itu tanggal 21 Juli, otomatis saya buka juga bacaan yang diatas judulnya tertera angka 21..entah kenapa saya mengambil dan membuka buku itu lagi. Benar saja, saya ditegur dan merasa diberkati lewat bacaan itu. THANKS GOD..!

kiranya bisa menjadi berkat juga buat saudara :)


21

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
ROMA 8:28-29

Betapa mudah menjadi tidak sabar dengan cara-cara Allah. Bukannya menyerah, seringkali kita cenderung melawan proses yang Allah gunakan untuk memampukan kita bertumbuh di dalam iman.

Kisah Yusuf (Kejadian pasal 37, 39-50) adalah suatu ilustrasi yang jelas mengenai kebenaran yang dinyatakan Paulus dalam Roma 8:28-29. Berulang kali dalam kehidupan Yusuf, kita menyaksikan tanggapan yang menunjukkan ketundukan terhadap tujuan-tujuan Allah.

Waktu saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada perbudakan, kita mungkin menduga bahwa dia akan menarik diri ke dalam kesakitan dan penderitaan yang diakibatkan penolakan yang begitu merusak yang dilakukan oleh keluarganya. Sebaliknya, dia menonjol dalam segala hal yang dilakukannya waktu dia menjadi milik pejabat Firaun, Potifar. Seakan-akan Yusuf berkata pada dirinya sendiri, "Ya, aku tidak suka menjadi seorang budak, tetapi karena sekarang aku memang budak - aku akan menjadi budak ternaik yang pernah dimiliki Potifar!" Potifar begitu terkesan sehingga ia memberi kuasa kepada Yusuf atas segala hartanya.

Kemudian Yusuf dituduh menyerang oleh istri Potifar. Potifar mempercayai kebohongan istrinya dan melemparkan pelayannya yang setia ke dalam penjara. Kita tentu akan mengerti jika Yusuf menolak ketidakadilan semacam itu dan menghabiskan hari-harinya merencanakan balas dendam. Namun dia mendapat kepercayaan tak bersyarat dari kepala penjara. Sepertinya ia memutuskan, "Aku tidak mau dipenjara, tetapi karena sekarang aku dipenjara - Aku akan menjadi tahanan yang paling baik yang pernah dilihat sipir penjara ini!" Akhirnya, karena Allah terus bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan, Yusuf dijadikan seorang penguasa di Mesir.

Beberapa tahun kemudian, waktu saudara-saudara Yusuf memohon kepada Yusuf untuk mengampuni mereka karena kesalahan yang telah mereka lakukan terhadap dia, Yusuf menjawab dengan suatu ungkapan penuh kuasa yang meyatakan kepercayaannya kepada cara Allah: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku," katanya pada mereka," tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini..." (Kejadian 50:20).

Kehidupan Yusuf adalah contoh yang luar biasa mengenai ketundukkan pada rancangan Tuhan bagi pertumbuhan kita di dalam iman. Karena Yusuf mengasihi Allah dan percaya pada tujuan-tujuanNya, dia tahu bahwa Allah sanggup mengerjakan segala sesuatu bersama-sama untuk kebaikan. Dan Allah kita dapat melakukan yang sama bagi kita. Waktu kita menyerahkan diri kita sendiri kepada proses apa pun yang Allah pilih untuk membuat kita makin serupa Dia, kita dapat tinggal dalam Kristus di dalam keadaan apa pun juga untuk kemuliaan Alah.


Pandanglah penderitaanmu saat ini dalam
pengertian ini, suatu hajaran kasih...
Berpikirlah dengan dirimu sendiri, 
"Dengan demikianlah Allah sedang membuatku
menjadi lebih serupa dengan PutraNya;
dengan demikianlah Dia sedang melatihku
untuk kemuliaan yang lengkap.
Dengan demikianlah Dia membunuh kebusukan-kebusukanku
dengan demikianlah Dia menguatkan anugerah-anugerahku
dengan demikianlah Dia secara bijaksana
merencanakan untuk membawa aku
lebih dekat pada diriNya, dan untuk
mematangkan aku bagi
kehormatan kerajaan surga-Nya"
PHILIP DODDRIDGE

RENUNGKAN: Bagaimana aku bisa menjadi lebih sabar dengan proses mejadi serupa Kristus?
---
Tuhan, aku rindu percaya pada tujuan-tujuan-Mu dalam hidupku. Tolonglah aku untuk memandang keadaanku sekarang ini bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan mencerminkan karakter-Mu. Kiranya aku dengan rela tunduk pada proses yang telah Engkau pilih untuk menjadikanku menjadi seperti Putra-Mu terkasih. AMIN 


mari jadi seperti Yusuf, menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing dan sabar dengan proses yang membentuk kita makin serupa dengan Dia,, Tuhan memberkati..!!!^^

3 komentar:

  1. bagus banget..sangat memberkati..
    kadang aku melihat rencana Allah itu ga seturut dengan kehendakku, aku melawan dan Allah tak kuasa melakukan rencanaNya..
    tapi..Allah selalu menyediakan yang terbaik buat anakNya..
    terus jadi saluran berkat ya..
    GBU

    BalasHapus
  2. bukan cuman kamu, her..aku juga, makanya renungan ini benar2 menegurku..

    senang bisa berbagi, yook sama2 berusaha tunduk sama tujuan Allah :) Semangat!

    BalasHapus
  3. Nice post. Salam kenal ya sis.. Follow back yah.

    BalasHapus