22/04/11

A little thing called love



A little thing called love >.< ternyata ada film Thailand yang bagus,,, suka banget >.<
Terlepas dari para pemainnya yang cute2,, ide ceritanya bagus bangettt >.<
Mengisahkan kisah cinta Nam dan Shone yang dipendam dalam hati dan penantian selama 9 tahunnn!!!! dengan perasaaan yang sama >.< (soooo sweet...tp kalo 9 tahun lama juga..hahahaha!) Nam seorang gadis biasa (bahkan dijuluki bug-face -,-“ ) jatuh hati dengan Shone, mereka ada di sekolah yang sama, tapi Shone kakak tingkatnya. Selama 3 tahun dia memendam rasa pada Shone. Berbagai cara dilakukan Nam untuk menarik Shone, dari mulai mempraktikan 9 metode yang ada di buku, sampai dia merasa lelah.. Shone tidak bergeming. Tapi hal itu ada untungnya juga,, Nam jadi semangat untuk berjuang dan fokus sama studinya!!
Muncul prahara baru, Top, murid baru yang sebelumnya sudah menjadi sahabant Shone, terpesona dengan penampilan Nam yang saat itu memainkan drama Putri Salju. Hari itu, Pin siswi dari kelas M5 (di Thailand kelas nya itu pake M-m an gitu) merombak penampilan Nam dan nyatanya berhasil. Top terpesona dan memutuskan untuk mengejar Nam. Shone sendiri pura2 tidak terpana ketika melihat penampilan baru Nam. Singkat cerita, hari itu Shone yang gemar mengambil gambar diam2 memotret Nam ketika dia menjadi mayoret. Shone juga meletakkan buah apel yang telah digigitnya di ruang kostum drama, dia juga telah memberi mawar putih buat Nam,,tapiii..tak satupun dia akui, dia bilang bahwa itu dari temannya. Nam pun kecewa begitu mendengarnya.
Hari itu pun datang, Top menyatakan cinta pada Nam, sebenarnya Nam tidak pernah mencitai Top, dia hanya diam saja ketika Top menyatakannya, dan Top menyalahartikannya bahawa kalo Nam diam, berarti dia menerimanya. Nam tidak tahu harus berbuat apa, dia menjalani hubungan dengan Top. Dengan begitu dia bisa selalu ada di mana Shone ada. 

Hari kelulusan tiba, Nam dengan segala usahanya berhasil mendapatkan peringkat pertama dan ini berarti dia akan bertemu dengan ayahnya yang ada di US. Sebelum pergi ke US untuk melanjutkan studi dan bertemu ayahnya, Nam memberanikan diri unruk menyatakan perasaanya pada Shone di kolam sekolah. Nam jujur dengan perasaannya, tiba2 dia terdiam begitu melihat tulisan di baju Shone , “Pin loves Shone” hatinya patah, pecah berserakan. Cowok yang ditaksirnya selama 3 tahun, seminggu yang lalu jadian dengan Pin, orang yang membuat penampilannya berubah. >.< sakit… Nam mencoba tegar tapi air matanya tidak mau dibendung. Nam menangis dan tercebur di kolam (aduuuhhh…kenapa harus kecebur sihhh >.< udah nangis kecebur pula!!!)
 Malam sebelum Nam berangkat, diam2 Shone meletakkan sebuah album di depan rumah Nam. Album itu berisi semua gambar Nam bahkan ketika dia masih memiliki bug-face..!! Tidak disangka, Shone ternyata juga memendam rasa yang sama dengan Nam. Tidak ada pengakuan, siapa yang tahu??
9 tahun kemudian (sejak hari kelulusan), Nam sukses menjadi seorang designer terkenal. Saat itu ada TV Show yang mengundangnya untuk diwawancarai. Nam dikejutkan dengan album dari Shone, dan kejutan berikutnya adalah Shone, TV Show itu ternyata juga mengundang Shone, si pemilik album. Keduanya ditemukan lagi, 9 tahun penantian dan selama itu perasaan itu tidak hilang..keren..9 tahun, waktu yang lama..tidak sia2 penantian mereka. Mereka pun bersatu setelah 3tahun+9tahun..WOW…12 tahun totalnya…kerennn!!!

09/04/11

Hanamizuki 2010


hmm…ceritanya bagus banget..tapi menurutku kurang dikemas bagus., kurang greget gimana gitu :p, but overall, baguslah...hehehe.. Aku suka ide ceritanya (di ilhami dari lagu yang berjudul sama, hanamizuki). Dimainkan oleh Ikuta Toma (yang jadi nakatsu di hanakimi :D)  Di sini dia berperan sebagai Kohei. Kisah cintanya di awali ketika dia naik kereta hendak pergi ke sekolahnya (sekolah pelayan) di situ dia melihat seorang gadis, Sae (Yui Aragaki) namanya.  
Masinis menghentikan keretanya karena telah menabrak rusa. Kereta berhenti disitulah Kohei dan Sae kenal. Sae yang saat itu panik karena harus mengikuti ujian, langsung kerluar dari kereta untuk mengejar bis. Kohei megikuti Sae dari belakang dan ketika Sae tidak berhasil mengejar bis, dia memutuskan untuk menolongnya. Dari situlah mereka mulai akrab dan tumbuh cinta di antara mereka. Sae memiliki cita2 untuk bisa ke universitas Tokyo dan Kohei begitu mendukungnya, walau dalam hatinya dia berharap Sae tidak diterima supaya dia tetap bisa bersamanya.
Mereka semakin dekat sampai hari di mana Sae diterima dan harus pergi ke Tokyo. Keduanya menjalani long distance relationship. Awalnya berhasil, keduanya masih sering menanyakan kabar dan sekedar untuk mengatakan rindu sampai Kohei menemui Sae di Tokyo. Janji2 juga pernah mereka ucapkan dan dengarkan. Kenyataan berbicara lain, ayah Kohei meninggal ketika malam hari melaut bersama timnya (termasuk Kohei), hari terakhir kapal itu menjadi milik keluarganya, karena harus dijual untuk menutup hutang. Pupuslah harapan Kohei untuk tetap melayar dan putus juga harapannya untuk menjadi masa depan Sae.
Kenyataan benar2 diluar pikiran, suatu malam ketika Kohei dan dua temannya pergi ke rumah Ritzuko dan minum2,,,malam semakin larut Kohei tertidur di rumah Ritzuko diantar pikiran2nya yang sedang kalut. Setengah sadar, Kohei tiba2 meraih tangan Ritzuko.. dan,… singkat cerita mereka menikah.
Di pernikahan Minami, Sae pulang rumahnya di sana dia bertemu Kohei yang telah digandeng Ritzuko. Pertemuan itu memunculkan perasaan lama lagi, hingga seharian penuh Kohei menemani Sae. Singkat cerita lagi..hehehe…Ritzuko memutuskan untuk menceraikan Kohei karena adanya masalah pekerjaan dan juga Ritzuko merasa kehadiran Sae telah mengubah perasaan Kohei lagi.
Di pihak Sae, Sae akan menikah dengan Junichi, lelaki yang dikenalnya di Tokyo, tapi tidak terlaksana karena Jun mati di Iraq ketika ditugaskan di sana. Sae tidak jadi menikah dan Kohei sudah bercerai, tambahan..keduanya masih saling mencintai. akhir cerita keduanya bersatu lagi, ketika Sae ke Kanada dan dia melihat miniature kapal yang pernah dihadiahkan Kohei untuknya. Dari situ Sae memutuskan untuk kembali ke kampong halaman dan bertemu Kohei. Wahh..ternyata cinta begitu akrab bergaul dengan waktu ya,,sampai2 tidak bisa dipisahkan. Satu lagi, cinta yang dimiliki Kohei ternyata kadarnya sama dengan yang dimiliki Sae :D meskipun ada kerikil2nya dikit :p … yang belum nonton buruan nonton… lebih suka Ikuta Toma pas di Hanakimi :p