01/02/11

KASIH


4 Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. 5 It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it is keep no record of wrongs. 6 Loves does not delight in evil but rejoices with the truth. 7 It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. (1 Corinthians 13:4–7)
4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengahrapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:4–7)
Satu kata yang memiliki kekuatan dahsyat, “KASIH”. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memiliki kasih. Namun sudahkah kita benar-benar memilikinya? Yang tau diri kita sendiri dan Tuhan. Baca dan resapi ayat di atas, tidak ada sifat kasih yang negatif. Saya sering berpikir, kalo saja semua orang, minimal orang2 terdekat kita (entah itu keluarga, teman, sahabat, rekan kerja, suami/istri, anak, kekasih) memiliki kasih yang sesungguhnya, betapa damainya hidup ini. Kenapa saya katakan 'kasih yang sesungguhnya'? karena terkadang, bahkan sering saya temukan seseorang yang memiliki kasih yang palsu. Palsu gimana? Yahh, palsu dalam arti sesungguhnya, kasih yang memilih, kasih yang pamrih, kasih yang cari muka, kasih yang munafik, kasih yang negatif pokoknya, di mana kasih itu tidak tulus!!! Tidak saya pungkiri, memiliki kasih seperti yang tertulis pada ayat di atas memang tidak mudah. Secara manusia memiliki hati yang didasarkan pada logika, ambil contoh, dia tidak akan mengampuni saudaranya yang telah sukses membuat sakit hati, kasih yang hanya diperuntukan untuk orang2 tertentu yang memberi keuntungan pada mereka, kasih yang dibuat-buat demi mendapatkan penilaian baik dari seseorang..parahkan kalo sampai kasih yang palsu itu mengidap dalam sifat kita! Kita tidak akan merasakan damai sejahtera, yang ada malah kebencian yang terus– menerus menggerogoti hidup kita, kita sendiri kan yang rugi?? 
Saya juga berusaha untuk memiliki kasih yang sesungguhnya itu, kasih yang dari Bapa..kasih yang tulus..dan hal itu tidak mudah untuk saya lakukan, jadi saya meminta Tuhan untuk membantu saya. Pernah saya mengalami krisis kasih,.waktu itu ada seorang teman, dari lagaknya dia mencoba pedekate, saya akui saya emang sedikit tarik-ulur, tapi banyak ulurnya..hehehe..soalnya masih ragu.tapi saya sedikit GR..hahaha…who doesn't?? tapi ternyata selain pedekate sama saya, dia juga pedekate ke orang lain…terbukti tidak lama kemudian dia jadian..ahahaha…Saya hanya bilang begini, Tuhan..tolong hiburkan hatiku, dan jangan biarkan aku menyimpan dendam padanya..Puji Tuhan..saya bisa melepaskan pengampunan.. Krisis kasih yang saya alami baru2 disebabkan karena masalah yang datang dari kerabat dekat keluarga, komunikasi dalam hitungan menit yang berhasil membuat sakit hati. Entah kenapa, saya tidak mengatakan apa2 untuk itu, saya bicara pada Bapa, supaya Dia yang membalut sakit hati itu dan mencurahkan kasih yang memberikan damai sejahtera, serta memohon supaya Tuhan menyingkapkan kebenaran.  Tidak lupa saya memohon pengampunan untuk orang tersebut.Saya bersyukur untuk semua yang telah terjadi, karena Tuhan selalu mengingatkan bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya adalah sesuai ijin Tuhan dan itu semua akan mendatangkan kebaikan. Kasih. Saya ingin terus memilikinya, untuk siapapun itu. 

Tuhan tidak hanya mengajarkan kasih kepada kita, DIA juga membuktikannya dengan mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita dari dosa2, karena DIA TULUS MENGASIHI KITA. Nah, kalo Tuhan sudah mengajarkan dan mengaplikasikannya, maka sebagai anak-anakNYA mari kita juga belajar dan melakukan kasih, dimulai dari kasih kita buat Tuhan, keluarga, teman dan kerabat lain..dan terus memintaNYA untuk memampukan kita. Hendaklah kita memiliki hati yang mau diajar dan selamat mengasihi. Tuhan Yesus memberkati ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar