11/02/11

127 HOURS


Film ini diangkat dari novel berjudul  “Between a Rock and a Hard Place” karya Aaron Ralston. Diperankan oleh James Franco, sebagai Aaron, pria yang gemar berpetualang dan mendaki ini meninggalkan rumahnya Jumat malam menuju Blue John Canyon. Pagi hari dia mengayuh sepeda menikmati pemandangan Blue John Canyon. Ketika itu dia berencana menuju ke Big Dropper dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di perjalanan dia bertemu dengan Kristi dan Megan, dua gadis yang kehilangan arah ketika akan menuju Dome. Aaron membantu mereka kemudian melanjutkan perjalanannya sendiri. (ooya…sebelum lanjut, film ini mirip2 Cast Away-Tom Hanks, mencoba bertahan hidup ketika stuck di suatu tempat)
Aaron menuju ke Big Dropper, namun perjalanannya terhenti karena batu pijakan yang disangkanya kuat tiba-tiba menghempaskan dirinya ke jurang Blue John. Tangan kanannya tersangkut batu tersebut. Dia terjebak selama 127 jam!!! Apa yang dilakukannya?? benar sekali, mencoba untuk mengeluarkan tangannya dari gencetan batu tersebut. Peralatan yang telah dia bawa dikeluarkan semua, berharap ada sesuatu yang bisa membantunya. YA! Dia menemukan pisau (bukan pisau pada umumnya, tapi seperti pisau yang ada di alat pemotong kuku-dan tidak cukup tajam). Dengan pisau itu dia mencoba mengikis batu tersebut, berharap ada celah bagi tangannya untuk keluar. Nihil. Sedikit rempahan batu muncul, tangannya tetap terjepit.

Berbagai cara dilakukan untuk membantunya bertahan hidup dengan 350 ml airnya yang semakin berkurang. Aaron memutar kembali memorinya, ayah, ibu, saudara perempuannya, istri, temannya, kenangan tentang mereka membuatnya tersenyum dan cukup memberi kekuatan untuk bertahan hidup. Sudah pasti dia mengalami depresi, konyol dengan diri sendiri. Apalagi ketika dia terpaksa meminum air seninya sendiri ketika tidak ada air lagi..grossss!!!!!!!!
Berkali-kali dia menggoreskan pisau itu ditangannya, tapi hanya luka lecet yang muncul karena tangannya sudah mati rasa. Saking konyolnya, tiba-tiba dia menusukan pisau itu ketangannya keluarlah darah. Ide gila merasukinya, dia memotong tangannya sendiri!!! Stress akut!! arrrgghh darah dan daging muncul. Akhirnya ia bisa lepas dari batu itu dengan tangannya yang terpotong. Dia keluar dari juran itu dan menemukan air, oase dengan air kotor tepatnya. Aaron menceburkan dirinya ke oase itu.
Setelah itu dia berjalan dan dilihatnya tiga orang pendaki, mereka akhirnya menolong Aaron. Aaron kembali ke kehidupannya dengan tangan kanannya yang tidak utuh lagi dan dia bertemu dengan semua keluarga dan temann2nya seperti firasatnya. Dan apa yang dilakukannya setelah itu?? dia tetap melanjutkan hobinya, memanjat dan mendaki!! Satu nilai yang sangat menonjol: TIDAK PUTUS ASA!!!
Overall, this is a good film although it’s monologue! and I didn’t get bored!!! It feels like accompany Mr. James Franco for 127 hours…awawawawawaw..hahaha
I love this film :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar