14/01/11

Gifted Hands


Miracle. Ya, film ini bercerita tentang miracle –  keajaiban. SEBUAH KISAH NYATA!! Dan film ini sungguh menginspirasi. Berawal dari sepasang suami istri, mereka dikuasai rasa ketakutan yang luar biasa ketika mengetahui bahwa anak yang dikandung ternyata kembar siam. Rumah sakit John Hopkins. ya itulah tempatnya. Cerita pun beralur flashback, Mrs Carson, seorang single parent, memiliki dua orang anak laki-laki, Curtis dan Benjamin Carson. Cerita lebih difokuskan pada diri Benjamin (Benne). Awalnya dia adalah seorang anak yang menurutnya dan teman2nya, dia bodoh. Tapi satu hal yang luar biasa, ibunya tidak pernah menganggap anaknya bodoh, sama sekali. Selalu, ketika Ben merujuk, bahwa dia hanyalah anak bodoh, ibunya selalu bilang, bahwa dia bukanlah anak yang bodoh. Sampai suatu hari, ketika ibunya bekerja menjadi seorang pembantu di rumah seorang pria renta yang kaya, dia melihat di sebuah ruangan yang besar, sebuah lemari besar mengelilingi ruang tersebut, di sana terletak begitu banyak buku. Hal itulah yang membuat sang ibu membuat peraturan  baru bagi kedua anaknya, yaitu Curtis dan Benne diminta untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca 2 buku dalam seminggu dan meriview buku tersebut sebagai laporan bahwa mereka berdua telah membacanya. Hal tersebut berubah menjadi sebuah kebiasaan yang berlanjut hingga mereka berdua beranjak menjadi remaja. Dan konflik pun tak terelakkan. Benne, suatu ketika memberontak terhadap ibunya, dengan hampir memukul ibunya dengan sebuah palu, untung waktu itu ada Curtis yang mencegah, sebelumnya dia juga sempat menusuk temannya dengan pisau yang dibelinya dari temannya juga, untuk temannya tidak mati.
Hidup mereka berlanjut, kedua anak Mrs.Carson menjadi orang yang berhasil, Curtis menjadi seorang engineer sedangkan Benne seorang dokter. Berbagai macam operasi telah dilakukan Benne, support dari ibunya yang luar biasalah yang membuatnya tetap berdiri tegar dan yakin. Dialog yang paling saya ingat adalah ketika Benne berkata bahwa dia tidak mampu dalam makul kimia maupun operasinya, ibunya selalu bilang “anybody else can do Benne only you can do it better” . Sampai pada suatu hari dia merasa dorongan untuk menangani kasus bayi kembar siam tadi. Sebelum melakukan operasi dia berdoa, dan ternyata benar, miracle–mujizat itu benar2 terjadi, ketika operasi itu dilakukan, resiko kematian lebih besar daripada kemungkinannya untuk berhasil, but see guys… God is working! Tuhanlah yang bekerja! Ketika itu Benne meletakkan segalanya kepada Tuhan, dia membiarkan Tuhan yang bekerja melaui dia dan ketika Tuhan yang bekerja, Dia ngga pernah setengah2–selalu total dan luar biasa. Operasi sukses, bayi kembar siam pun tumbuh sehat. Film ini mengajarkan kita untuk terus percaya dan menyerahkan segela kehidupan kita pada Tuhan, tak terkecuali. God bless you all :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar