14/01/11

Aladdin


Akhirnya nonton Aladdin (lagi)! Ga pernah bosan sama film ini. Walaupun umurnya 1 tahun lebih muda (dibuat taun 1992) dari umurku, film ini tetap masuk di tahun berapa pun. One word; AWSOME. Film ini bernuansa Arabic. Ngga panjang2 deh, pasti udah pada tau ‘kan cerita Aladdin, itu lo yang one of its soundtrack-nya A Whole New World tau pasti. Lagunya juga oke, keren kalo ku bilang. Sip deh film ini, komplit deh film ini, drama, lucu, sama jahatnya dapet, pengen liat kalo dibuat versi orangnya. Yup, berawal dari Si Aladdin dan monyetnya Abu, yang dikejar-kejar orang karena mencuri sebuh roti.  Just a loaf of bread.  Ada juga Jaffar yang jadi musuhnya, dia pengen ngrebut tahta sang Sultan, ayahnya Jasmine, gadis yang dicintai Aladdin. Ada juga Genie pastinya yang ikut memeriahkan film ini, trus ada karpet terbang yang setia menemani Aladdin dan Abu. Suka banget sama film ini :) Well-packed! Banyak nilai yang bisa diambil dari film ini, yang pertama sih, true love, believe in true love is believe the miracle. Kisah cinta antara Diawali dengan love-at-first-sight Aladdin kepada Jasmine, ketika dia melihatnya di pasar. Cinta yang mau menerima dan memberi, saling melengkapi, si miskin Aladdin dan si kaya Jasmine (karena dia ratu, while Aladdin, he just street-rat:p but he saved the palace from Jaffar). Yang kedua, adalah kesetiaan. Hal itu ditunjukan oleh Genie, dia selalu setia pada tuannya, sekalipun itu Jaffar! Kesetiaan juga ditunjukan dari dipenuhinya janji Aladdin untuk membebaskan Genie dan yang pasti kesetiaan Abu kepada Aladdin (Rajah terhadap Jasmine, karpet ajaib, trus Iago kepada Jaffar). Nilai yang lain adalah jangan serakah, liat kan pas Jaffar udah minta kekuatan sama Genie, dia ngga puas trus minta kekuatan melebihi para Genie, alhasil dia juga punya lampu ajaib yang akhirnya mengurung dia, kan jadi useless kekuatannya :p. Oke that’s all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar