25/09/10

Leap Year 2010


:: starring Amy Adams, Matthew Goode, Adam Scott

As usual, this is a romantic drama :) simple but nice.

Cerita mengambil setting di pedesaan Irlandia. Menceritakan seorang gadis bernama Anna (Amy Adams) yang berasal dari Boston, tinggal di Irlandia dan sangat menjunjung nilai tradisonal Irlandia. Anna adalah seorang desainer apartemen dan pacarnya seorang ahli kardiolog, Jeremy (Adam Scott) keduanya sudah menjalin hubungan selama 4 tahun. Suatu malam, mereka berdua dinner , Anna begitu berharap bahwa malam itu sang pacar melamarnya, ketika sebuah kota disodorkan padanya. Tapi betapa kagetnya dia, bahwa isinya bukan cincin, melainkan sepasang anting. Dan saat itu juga hand phone Jeremy berdering, dan dia harus pergi untuk pekerjaannya di Dublin. **Film ini alurnya hampir sama dengan The Proposal (Sandra Bulock – Ryan Renolds) , hanya ganti pemain..hehhe


Pada suatu waktu, ketika Anna melihat sebuah video, dalam video itu diceritakan, pada tanggal 29 Februari adalah waktu yang ‘pas’ bagi seorang gadis melamar kekasihnya (ciri khas Irlandia, bahwa seorang gadislah yang melamar sang pacar). Maka sebelum tanggal 29 Februari, Anna memutuskan untuk menyusul Jeremy dan segera melamarnya tepat pada tanggal tersebut.

Tapi takdir berkata lain, pesawat yang ditumpanginya harus cepat-cepat mendarat sebelum tiba di Dublin karena ada badai besar yang menghadang. Singkat cerita, Anna tiba di sebuah bar (badai begitu besar, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kapal) di situlah dia bertemu Declan (Matthew Goode) seorang pemilik bar. Pertemuan mereka ternyata mengubah semuanya, termasuk keinginan Anna untuk melamar Jeremy. Dalam waktu yang kurang dari 4 hari, keduanya saling kenal dan bertambah akrab, walaupun awalnya mereka bermusuhan. Berbagai kejadian mereka alami bersama dalam waktu yang singkat itu, termasuk ketika Declan menolong Anna dari pencuri-pencuri di sebuah bar, saat itulah Anna mulai terpesona…cihuyy!

Kedekatan mereka bertambah ketika, mereka secara terpaksa harus berperan menjadi sepasang suami istri demi mendapatkan penginapan dan mereka mau tidak mau harus berbagi kamar. Adegan slapstick digunakan dengan baik, sehingga alur lucu tapi romantic bisa diterima. Waktu berjalan dan sampailah Anna di Dublin diantar Declan. Ketika itu, keduanya sudah berpisah, tapi perasaan Declan terhadap Anna tidak bisa ditahan, dan ketika itu dipanggilnya Anna, unfortunately Jeremy datang dari arah yang lain, yang juga memanggil Anna. Pada waktu itulah Jeremy melamar Anna dan diterima, tapi dengan setengah hati.

Akhirnya, kisah cinta Anna dan Jeremy tidak bisa bertahan lagi. Jeremy lebih memilih properti-properti mahalnya ketimbang Anna.,sangat ironis. Saat itulah Anna yakin, bahwa pria yang dicintainya adalah Declan, maka dia rela kembali ke desa Irlandia untuk menemui Declan di bar. Dan disitulah keduanya saling menyatakan cinta. Ternyata perasaan orang dapat berubah dalam waktu yang sangat singkat, bahkan dalam hitungan detik, meskipun butuh waktu lama bagi seseorang untuk menyadarinya. Satu lagi, kalau sudah jodoh, apapun itu pasti dipertemukan..LOL :)

08/09/10

Chocolat - 2000


Well, one sentence for this movie, ‘chocolat unites love’. Film ini menceritakan bagaimana cokelat menjadi sebuah kontroversi di sebuah kota dan kekuatan cokelat menyatukan cinta. Sebuah desa kecil di kota Prancis yang senang akan ketenangan, tranquility, adalah sebuah kota yang dipimpin oleh walikota , Comte de Reynaud (Alfred Moline), pemerintahannya mutlak. Keadaan desa itu berjalan sesuai keinginan sang walikota, sampai akhirnya datanglah Vianne (Juliette Binoche) dan Anouk Rocher (Victory Thivisol),anak perempuannya datang ke kota itu.

Vianne adalah ahli pembuat coklat, dia datang ke desa tersebut dan membawa perubahan. Awalnya semua orang mencibirnya, yap! Itu semua karena si walikota itu. Comte de Reynaud adalah seorang Katolik yang sangat menjunjung tinggi kekudusan, tetapi over. Sedangkan Vianne adalah seorang yan atheis, dua pribadi yang sangat kontras, begitu mencolok. Namun, keduanya bisa ‘blend’ dalam perannya. Film ini unik, menurut saya, coklat, makanan yang sangat digemari banyak orang ternyata bisa memiliki kisahnya sendiri. Saya suka dengan peran Vianne, dia adalah seorang ibu yang bisa dibilang, tegar. Dia bersama anaknya, Anouk berjuang di tengah cibiran warga sekitar karena kedatangan mereka yang sangat controversial. Vianne menyentuh hati para orang dengan coklat buatannya, hingga ketika coklat tersebut dimakan, maka hati orang tersebut akan lumer seketika selumer coklat tersebut.
Kedatangan Roux (Johnny Depp) menciptakan kontroversi yang kedua, walikota melarang semua warga untuk bergaul dengannya dan kelompoknya. Beda dengan Vianne, dia menyambutnya ramah (lagi-lagi diwali dengan coklat), hingga tumbuhlah chemistry di antara keduanya. Roux adalah seorang pengembara, benar saja, dia meninggalkan Vianne untuk sementara waktu.

Comte de Reynaud akhirnya menjilat ludahnya sendiri, di suatu malam ketika dia hendak menghancurkan coklat buatan Vianne dan temannya, tak sengaja, potongan kecil coklat menempel di bibirnya dan dia pun tergoda untuk menjilatnya…dan akhirnya semakin banyak coklat yang masuk ke mulutnya. Hingga pagi hari dia tertidur di situ dan Vianne menemukannya bersama dengan Pere Henri (seorang pastur muda yang khotbahnya selalu disetir oleh Reunaud).
Akhir cerita, desa tersebut terbebas dari segala keotoritasan Reynaud. Roux pun kembali menemui Vianne dan desa kecil itu pun hidup dengan damai. It’s all because of CHOCOLAT.

07/09/10

The Lake House - 2006


Film ini termasuk film remake dari film Korea yang berjudul IL MARE, yang fokus dalam masalah time. Ya, kisah cinta antara Kate (Sandra Bullock) dan Alex (Keanu Reeves) yang berasal dari dua dimensi waktu yang berbeda. Alex seorang arsitek dari tahun 2004 dan Kate seorang dokter dari tahun 2006. Keduanya menjalin komunikasi melalui surat yang berawal dari surat yang ditulis oleh Kate ketika dia meninggalkan rumah danaunya (dimensi tahun 2006). Surat itu diterima oleh Alex ketika dia membuka mailbox nya dan didapatinya surat tersebut (dimensi tahun 2004). Fiktif memang, tetapi kefiktifan tersebut mereka gunakan untuk aktif berinisiatif. Surat menyurat antara dua dimensi waktu yang berbeda pun berlanjut. Seiring dengan semakin banyaknya surat yang diterima keduanya, semakin bertumbuh pula cinta diantara keduanya.
Tidak jauh beda dengan film “Before you say ‘I do’ “, film ini sangat mengandalkan timing. Masalah waktu sangat menonjol dikedua film ini. Kembali ke ‘The Lake House’, cerita semakin menarik, ketika Alex secara tidak langsung melindungi Kate, walaupun hal itu tidak disadari Alex (ingat scene ketika Alex menanam pohon di tahun 2004, dan pohon itu melindungi Kate dari hujan di tahun 2006). Komunikasi surat dalam film ini sangat menonjol, karena memang dengan itu keduanya saling berkomunikasi. Keduanya ingin bertemu secara real (in person), dan pada akhirnya penungguan mereka tidak sia-sia. Mereka bertemu tepat di hari Valentine setelah Kate menggagalkan kematian Alex. Dengan berbagai usaha yang dilakukan keduanya, akhirnya mereka bertemu. Berbagai usaha dilakukan, termasuk usaha Kate menggagalkan kematian Alex. Film ini seakan-akan berkata bahwa love delays the death, ketika Kate yang saat itu menggagalkan kematian Alex, tepat pada waktunya, karena sedetik saja terlambat, maka Alex pun mati. I think that, “FATE DID ARRANGE FOR THEM TO MEET”.